Arsip

Archive for the ‘nyastra’ Category

Mom…

Garis kehidupan terlihat jelas di wajahnya
Satu garis u/ setiap cobaan hidup yg dilewatinya
Lihat aq Ma, aq pun mengalami hal yang sama
Meski belum melampaui ilmu kehidupan yg kau punya
Setiap potongnya yang kualami
Hampir setiap darinya kau tak ada
Aq pikir beribu kali
Rasanya tak sampai hati menambah beban di pundakmu
Tapi rasanya saat seperti ini i need you the most

06/01/2007

Categories: nyastra

Sama Pilu

Jam segini, siang bolong begini biasanya kau tak ada
Jam segini, siang bolong begini aku teringat kamu
Jam segini, siang bolong begini rasaku ingin berlari
Jam segini, siang bolong begini asaku ingin bersama
Jika ku cari kau… Jam segini, siang bolong begini…
Kau akan berkata, aku sedang ini dan lagi disini dan aku tak bisa
Jadilah aku Jam segini, siang bolong begini…
Memeluk asa dalam angan menangis sendiri
Maka aku di Jam segini, siang bolong begini…
Berharap sayap Tuhan beserta dirimu
Selalu…

Teruntuk Kau yang tetap setia disana, tetaplah begitu.

06/25/2007

Categories: nyastra

My Bunny Bun

Disini kami biasa bersuara
Lewat sini kami bicara
Dengan cara ini kami bicara jujur
Juga melalui hati
Terkadang cara ini gak berhasil karena aku yg gak sabaran
Dan kamu yang kelewatan
Disini juga aku tau kau tengah sakit
And there’s nothing I can do
I wish I had the entire world
I would be gone by now
Next to you…

pondok aren: 06/25/2007

Categories: nyastra
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.