Biasakan Anak Gemar Membaca & Bercerita

Standar

TIDAK semua anak memiliki kemampuan untuk bercerita dengan baik. Nah bila menginginkan buah hati Anda mampu melakukannya, tumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Adelia(7) begitu antusias saat guru memintanya maju ke depan kelas dan menceritakan pengalaman liburannya. Bocah cantik ini pun dengan semangat berbagi cerita pengalamannya liburan yang dihabiskannya di Bandung. Dengan runut. Ya putri pasangan Handoko dan Liana yang duduk d bangku kelas 1 Sekolah dasar ini memang dikenal piawai dalam hal bercerita.

Kepandaiannya bercerita memang tak lepas dari kebiasaannya mendengarkan cerita dari bundanya sejak kecil. Bahkan saat taman kanak-kanak ia pun sudah terbiasa membaca buku cerita. Hobi kedua orang tuanya membaca memberi pengaruh besar pada Adelia. Tak heran bila ia sudah akrab dengan buku sejak kecil.

Memang bakat seorang anak selain dipengaruhi faktor genetika, juga dari faktor lingkungan. Bisa jadi, anak belum menemukan bakatnya walaupun dia telah berprestasi. Atau bakat anak bisa mempengaruhi mereka untuk meraih prestasi.

Faktor lingkungan bisa berasal dari segala sesuatu yang berada di sekeliling. Kebiasaan keluarga sangat besar pengaruhnya. Nah jika menginginkan buah hati Anda pandai bercerita, maka perkenalkan secara bertahap. Langkah awalnya adalah mulailah memperkenalkan buku kepadanya.

Orangtua hendaknya mengenalkan buku yang mendidik. Buku yang mendidik itu merupakan buku yang bisa menjadi sumber pengetahuan sekaligus memberikan wawasan kepada si pembaca. Sebaiknya pilih buku yang mendidik untuk anak yang menarik untuk dibaca.

Dengan mengenalkan buku pada anak sejak dini, maka si kecil akan terangsang aktivitas motoriknya. Biarkan anak belajar menyukai buku dengan membalik-balik halaman buku yang akan melatih perkembangan motoriknya.

Salah satu cara mudah mengembangkan bakat, bisa melalui cerita, entah itu anak yang bercerita atau orangtua yang mengenalkan cerita kepada anak. Itu dilakukan jika anak belum bisa membaca. Dengan membacakan cerita, maka kelak si anak akan semakin penasaran dengan buku lainnya saat anak sudah bisa membaca nantinya. Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum tidur atau pada jam bermainnya.

Dikatakan oleh penulis ternama di dunia anak, Vanda Parengkuan mengatakan bahwa orangtua sebaiknya mengenalkan cerita atau bercerita kepada anak sejak dini. Dimulai dari bercerita hal-hal yang sederhana dari kehidupan sehari-hari.

”Dengan dimulai dari yang sederhana, maka anak bisa mempelajarinya dengan lebih mudah,” ujarnya.

Cerita yang berkisahkan petualangan misalnya, bisa dicontohkan kepada anak. Karena dengan cerita petualangan, maka mempengaruhi pola pikir anak dan membantu anak untuk dapat mengembangkan kemampuan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri, peduli, dan kreatif.

Untuk membantu anak gemar bercerita, orangtua bisa membantunya dengan menyediakan beragam buku di rumah. Buku yang disediakan sebaiknya buku yang mengandung makna kehidupan atau yang bercerita untuk memotivasi anak. Hal itu dimaksudkan agar bacaan anak tidak menyimpang dari buku yang seharusnya anak baca.

”Banyak manfaat jika anak sudah pandai bercerita, diantaranya dapat memperkuat kepercayaan diri anak di masa depan berkat komunikasi dan ikatan emosional yang kuat,” ujarnya. Tidak sedikit anak berprestasi karena pandai bercerita.

Shanaz Haque, artis sekaligus seorang pemerhati pola asuh anak menuturkan bahwa kegiatan bercerita bisa meningkatkan antusiasme anak, juga membentuk pola sahabat antara orangtua dan anak.

“Dengan kegiatan bercerita, maka orangtua juga diingatkan kembali untuk tetap menjadi sahabat anak sehingga orangtua akhirnya bisa menjadi tempat bersandar dan bercerita yang dipercaya oleh anak,” ungkapnya.

Shanaz menyarankan, kegiatan bercerita ini sebaiknya jangan hanya ibu saja yang melakukan, tetapi kedua orangtua yaitu ayah. Shanaz mencontohkan, di rumahnya, suaminya lebih suka menggali anak untuk bercerita. Shanaz berpesan agar anak suka bercerita, bisa dimulai dengan mengenali karakter anak terlebih dahulu.

“Kenali karakter anak, jika anak tipe-tipe yang tidak suka bercerita, maka orangtua bisa memulainya dengan bercerita terlebih dahulu, sampai anak terbiasa,” ujarnya dalam acara pengumuman pemenang kompetisi “Apa Ceritamu Hari Ini” yang diadakan oleh Nestle Dancow, beberapa waktu lalu.

Dengan membiasakan anak bercerita yang dimulai di lingkungan terkecil, yaitu rumah, maka bisa mengasah anak untuk melakukannya di lingkungan sekitarnya seperti teman-temannya yang akan membawa dampak positif bagi anak.

Gali potensi anak untuk menemukan bakat, bisa jadi anak Anda memiliki bakat dengan pandai bercerita yang bukan tidak mungkin, anak nantinya bisa memperoleh prestasi dari bakatnya. (okezone)

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s