Menjadi Sahabat Bagi Buah Hati

Standar

MEMPUNYAI hubungan akrab antara anak dan orangtua bisa dilakukan dengan mudah. Salah satu caranya, orangtua memahami dunia anak-anak, misalnya bersama-sama menonton film favorit anak di bioskop.

”Sebaiknya peraturan dalam keluarga ditetapkan untuk semua anggota keluarga. Dan jika ada yang melanggar, harus dihukum meski itu orangtuanya,” tutur psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Dra Diennaryati Tjokrosuprihatono MPsi.

Diennaryati yang akrab disapa Dien ini menyatakan, aturan untuk anggota keluarga tersebut membuat mereka semakin kompak. Artinya, sesama anggota keluarga saling mengingatkan untuk tidak melanggar aturan tersebut. Selanjutnya, Dien juga mengingatkan orangtua untuk tidak bersikap menghakimi anak, seperti marah tanpa alasan yang jelas atau meremehkan kemampuan anak.

”Kompaklah dengan anak, jadikan anak sebagai sahabat,” tandas psikolog yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Nonakademis Fakultas Psikologi UI ini.

Dien mengatakan, banyak keuntungan jika hubungan anak dan orangtua sebagai sahabat. Misalnya, anak mempunyai rasa nyaman saat bercerita tentang lingkungannya. Atau anak bisa mencurahkan hatinya saat sedang kesal, jatuh cinta, atau sedih.

”Dengan mempunyai hubungan seperti sahabat, orangtua dan anak bisa bermain bersama dan melakukan banyak kegiatan menyenangkan serta membuat bahagia,” ucap psikolog kelahiran Paris, 3 Januari 1954 ini.

Masih dikatakan Dien, jika orangtua bisa mengembangkan hubungan persahabatan dengan anak, maka akan tercipta suasana yang menyenangkan dalam kegiatan apa pun. Selain itu, papar Dien, hubungan yang akrab dapat menciptakan waktu kualitas secara bersama.

Keuntungan lain menjadikan anak sebagai sahabat, yakni dapat mengembangkan suasana positif bagi ibu dan anak, meningkatkan harga diri anak, mengembangkan kemampuan empatinya, dan menciptakan komunikasi dua arah yang sehat.

”Menegakkan disiplin dengan menyenangkan yakni menggunakan cara kreatif seperti sambil makan malam atau camilan di sore hari,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana cara agar anak bisa menjadi sahabat bagi Anda? ’’Saling bercerita, terutama tentang kejadian sehari-hari yang orangtua dan anak alami bisa dijadikan kalimat pembuka untuk menciptakan hubungan akrab layaknya sahabat,” tuturnya.

Bahkan cara sederhana seperti tidak membohongi anak maupun mengancam anak, tetapi membiasakan berbicara apa adanya juga merupakan cara yang baik. Psikolog keluarga dari Empati Development Center, Roslina Verauli MPsi mengatakan, adanya gap atau perbedaan generasi menciptakan ketidakseimbangan pemahaman dalam hubungan orangtua dan anak.

”Kadang kala tuntutan orangtua terhadap anaknya tidak terpenuhi, di antaranya dikarenakan orangtua berpikir selalu tahu apa yang terbaik bagi anaknya,” ungkapnya.

Roslina mencontohkan, sebaiknya orangtua tidak selalu memaksakan kehendaknya. ”Kunci utamanya terjalin hubungan akrab adalah komunikasi. Jika komunikasi berjalan lancar dan akrab, maka hubungan antara orangtua dan anak pasti terjalin,” pesannya. (okezone)

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s