Copas

Standar

Seorang Wanita muda menatap kosong sesosok bayi di depannya. Bayi tsb hampir tdk berhenti menangis seharian. Tubuh wanita tsb sudah letih ga karuan. Krn bayi tsb tdk mau dibaringkan. Ia hanya mau tidur dlm gendongan..
Wanita itu, seorang ibu muda yg baru pertama kali mempunyai anak. Belasan tahun duduk di bangku sekolah, tdk pernah ada mata pelajaran tentang bagaimana cara mengatasi tangisan bayi yg tanpa henti. Saat ini, semuanya harus dkerjakan sendiri.
Sejak berstatus sbg seorang istri, suami nya membawanya keluar dr pelukan kedua orangtuanya.
Pikirannya kembali berloncatan, teringat dgn cucian dan rumah yg masih berantakan. Semuanya itu tak mungkin ia kerjakan, saat sang bayi tak mau hentikan tangisan.
Saat wanita itu mendengar bunyi suami nya yg pulang dr kerja, sungguh hatinya teramat bahagia. Ia berpikir bahwa ia bisa berbagi rasa, atau setidaknya suami nya mau membantu menjaga anaknya. Namun, yg ia dapat hanya kecewa. Sang suami langsung pergi mandi, dan kemudian asyik dgn dunianya sendiri. Bahkan masakan yg ia buat pun, tidak ditengoknya. Hati perempuan tsb kembali luka. Ingin rasanya ia berkata “duhai suami ku sayang, tengoklah anakmu ini, bantulah aku mengurus nya”.. Namun, tdk ada satu katapun yg terucap, dari bibirnya yg terkunci rapat. Ia tidak ingin ada pertengkaran lagi, dgn suami yg dulu sangat dicintai..
Sementara sang suami pun memendam Lara dalam hati. Ia berharap saat ia kembali, rumah sudah bersih dan rapi. Anak pun sudah wangi utk diciumi.. Tapi apa yg ia dapati ? Rumah masih berantakan, Wajah istri jauh dari menyenangkan Belum lagi pakaian kotor yg bertebaran. Lauk disediakan hanya ala kadarnya, jauh dr mengundang selera..
Ia rindu dgn sosok istrinya yg dulu. Saat msh blm punya anak, dimana semuanya sepertinya menyenangkan. Ia pun malas berkata2 dgn sang istri Karena bisa berakhir dgn emosi.. Ia tidak merasa perlu membantu istrinya, karena toh ia sudah lelah mencari nafkah.. Ia teringat, dulu ibunya bahkan tdk mengijinkannya memegang sapu Bahkan ia tdk tahu bagaimana cara mencuci baju.. Semua sdh disediakan, sungguh betapa menyenangkan.
Kondisi tsb bisa jadi cuma cerita, bisa juga fakta..
Saat aku + kamu bertambah menjadi kita, sungguh semuanya akan jauh berbeda.. Karena dalam pernikahan, tdk hanya sekedar “hai sayang, kita bikin anak yuk”…
Dalam pernikahan, akan ada : Tagihan yg harus dibayarkan Perut2 lapar yg harus dikasih makan Bekas muntahan dan pupup yg harus dbersihkan Rumah berantakan yg harus dbereskan Cucian yg harus diselesaikan Keluarga besar yg harus dikompromikan Dan lainnya Dan lainnya…
Jika pernikahan ingin terus bertahan Maka ada banyak hal yg harus dkerjakan Bersama2.. sebagai satu keluarga.. Komunikasi, saling percaya, saling kerjasama dan saling menjaga rasa, bisa menjadi kunci yg luar biasa..
Saat aku + kamu berubah menjadi kita, maka sudah waktunya belajar bersama, agar rasa cinta dan sayang tetap terus ada..
Copas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s