Tanda pena

Standar

Ada postingan setahun lalu dibulan yang sama, tentang kita yg tak kunjung berubah. Mengundang tawa sekaligus perih, betapa hidup tlah begitu sia2.

Harus sekeras apa tamparan yang harus diterima,agar diri kembali ke fitrahnya.

Semua pejabat nyatanya php-in kita. Masih saja duduk berleha-leha.

kedua tangannya sukses menafkahi 3 mulut selama 9tahun meski tak ada yang mengajarinya.

Malam ini kakinya terseok-seok,jari-jemarinya patah,matanya berdarah-darah tak tahu harus kemana.

Dia seperti lupa dirinya milik siapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s