Bagaimana mungkin?

Standar

Seorang suami berkata: ” bagaimana mungkin rumah selalu berantakan tak pernah rapih, sedangkan ada kau setiap hari didalamnya?”.

Istrinya menjawab: ” bagaimana mungkin kita masih tetap miskin sedangkan kau pergi bekerja setiap hari?”

Tapi rumah gw gak prnh berantakan, gak tahan liatnya, punya bayi sekalipun, rmh gw ttp rapi. Lemari rapi, disakiti sekalipun, semua msh kepegang dgn dua tangan ini.
Tapi miskin? Itu mungkin story of my life. Berkali2 diajakin ke lebih baik, serahkan semua padanya, jgn jd budak dunia, bupati manggil lsgsg ngacir, tp Allah yg manggil…kita pura2 tuli. Perbaiki ibadah, ajakku selalu. Kau seorang imam, imam dikeluarga kecil ini.
Tapi nangkepnya jauh berbeda, kau blg aq sdh lelah hidup dgnmu yg serba kekurangan. Harus bicara apalagi?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s