Another suffer

Standar

Ada suami yg tega ngeliat bininya yang hamil besar nyetrika baju, dengan posisi bersimpuh, kemudian duduk,bersimpuh lg…sungguh repot ia mengatur posisi nyetrika. D dengkulnya ada koreng, lbh baik koreng itu terus tertindih drpd si jabang bayi yg tertekan posisi duduknya.

Seragam anak pertamanya harus d pakai esok pagi, pun anak kedua yang duduk di paud. Sementara si suami, terus sibuk dengan hapenya. Ia justru menyuruh si istri utk membuat kopi yg berakhir dihiraukan.

Paginya si istri memintanya utk menjemur pakaian yg sdh 2 hari d cuci tp blm d jemur karena hujan yg turun terus menerus. Jemur baju d lantai atas, melewati tangga ada kulkas yg sdkt bnyk menghalangi jln, tapi suaminya menolaknya dgn alasan sakit punggung.

Sedari pagi istrinya cm mkn nasi goreng, nasi gak habis tempo hari. Beruntung tetangganya memberinya martabak keju. Hujan kembali turun d siang hari.

Tertidur krn gak bisa kemana2. Bgn tdr makan batagor sisa semalam, d hangatkannya dan d makannya berdua si bungsu yg sebentar lg menjadi abang.

Wahai suami, hari ini genap 9thn pernikahanmu, knp gak ada yg berubah sedikitpun? Anak akan bertambah, jadilah suami yg diharapkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s